Mungkin tidak asing lagi ditelinga anda,kota yang sangat RAMAH DENGAN KULTUR nya.

Kota ini memliki budaya yang sangat melekat dan kental dengan tradisi nenek moyang,K erahmatamahan dan sopan santun penduduknya membuat nilai keanggunan kota jogja terjaga sampai sekarang.Kota yang dijuluki kota pelajar dan kota wisata memang pantas untuk kota jogja,berbagai penjuru nusantara untuk menimba ilmu dijogja.hal ini ditunjukkan banyak ank muda seluruh nusantara berbaur dengan masyarakat jogja,dan pengusaha kost kost dipenuhi mahasiswa.Banyak pejabat negara juga merupakan lulusan universitas dijogja bahkan orang nomor satu diindonesiapun alumni universitas jogja.Dan tak luput lagi untuk wisatanya jogja yang setiap tahun bermunculan yang selalu mengesankan para wisatawan lokal maupun mancanegara.Memang bila berbicara tentang jogja tidak ada habisnya,dan selalu selalu memberikan kenangan indah dikota ini.Kuliner nya yang rasanya tiada tandingannya,mulai dari gudeg,oseng mercon,sate klatak dan lainlain.
Kota ini yang menonjolkan Malioboro yang berada dipusat kota merupakan daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan berfoto diberbagai sudut jalan malioboro.Jogja ini memliki wisata dari semua kabupaten yang semuanya memberikan magnet tersendiri bagi wisatwan.Tak heran bila wisatawan tak bosan untuk berulangkali berkunjung disini.”Jogja emang ngangenin ya” sepintas ucap wisatawan yang berulangkali kejogja,sambil menikmati kopi joss dipinggir jalan mangkubumi.Mungkin Legenda dijogja sudah terkenal diberbagai belahan dunia yang membuat wisatawan ingin mendengar ceita dari sesepuh jogja.Upacara upacara adat yang masih tertanam dimasyarakat jogja masih terjaga dihati sanubari untuk selalu “nguri uri” hingga anak cucu.Mulai dari genduri,sekaten,Labuhan dan lain lain.Kota yang bergelarkan kota istimewa ini karena pernah dijadikan “ibukota negara repubik Indonesia” selama 6 jam karena kekosongan kekuasaan pada waktu itu.Berbagai bangunan kuno peninggalan Keraton Ngayojokarto Hadiningrat masih tampak segar dan gagah menjulang keangkasa.Tembok yang tebal dan cat putih memberikan kesan suci dan gagah perkasa mencerminkan kearifan sang raja dan para abdi dalem.
